HAGEUY.COM – Meski main game bisa dibilang seru, kadang jalan ceritanya bisa memicu kontroversi lantaran dianggap berbenturan dengan nilai-nilai budaya suatu negara.

Makanya jangan heran kalau sejumlah negara melarang game kontroversial itu beredar atau dirilis di negaranya dengan alasan yang masuk akal, namun kadang kala alasan pelarangannya itu tidak masuk akal.

Sedikitnya ada 4 game kontroversial yang menuai kecaman karena jalan ceritanya yang dianggap ‘mengerikan’. Apa saja gim tersebut? Berikut Hageuy sajikan ulasannya buat kamu.

RAPELAY
Dilarangnya dan dikecamamnya gim Rapelay ini masuk akal. Dalam game yang dikembangkan oleh Illusion pada 2006 silam itu, kamu akan berperan sebagai predator seksual.

Dalam jalan cerita game kontroversial ini, kamu akan mengintai ibu rumah tangga dan menyetubuhinya secara paksa bersama dengan kedua anaknya.

Maka dari itu, game kontroversial Rapelay ini langsung dilarang beredar di sejumlah negara semisal Selandia Baru, Indonesia, dan Argentina.

GTA: SAN ANDREAS
Siapa yang tak tahu gim satu ini, di Indonesia saja gim ini termasuk salah satu gim yang sangat digandrungi, khususnya mereka yang baru gede.

Terlepas dari jalan ceritanya yang memang penuh dengan kekerasan, game GTA San Andreas tiba-tiba menyedot perhatian banyak orang setelah seorang hacker berhasil mendapati mini gim dalam gim ini.

Dalam mini gim yang berjudul ‘Hot Coffe’, karakter utama, CJ, menonton sang kekasih tengah menari striptis.

C&C GENERALS
Bagi kamu yang pernah memainkan gim ini, unsur kekerasannya mungkin bisa dikatakan tidak begitu kentara, hanya peperangan biasa antara satu negara dengan negara lain.

Namun karena pada awalnya gim C&C Generals ini memperlihatkan meledaknya sebuah bom di Kota Beijing, pemerintah Tiongkok pun bereaksi dengan melarang game kontroversial ini beredar di negaranya.

CALL OF DUTY MODERN WARFARE 2
Gim ini menyuguhkan jalan cerita peperangan yang mengagumkan bagi penggemar gim FPS. Namun banyak pemain yang terkejut dengan salah satu misi tambahan pada gim tersebut.

Ya, dalam misi tambahan pada gim ini, pemain berperan sebagai salah satu anggota teroris asal Rusia. Dalam ceritanya, pemain itu akan menembaki kerumunan orang di sebuah bandara.

Dianggap menyebarkan pola pikir terorisme ke alam bawah sadar pemainnya, tak sedikit yang mengecam game ini beredar di pasaran.