Chaerul seorang warga kelurahan Pallameang Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan memliki ambisi membuat dan memiliki pesawat pribadi.

Berbekal pengalaman dan kepiawaiannya meracik barang rongsokan yang ia telah tekuni beberapa tahun terakhir di bengkel miliknya. Pria asal Pinrang itu berhasil membuat pesawat terbang berjenis Ultra Light.

Pria asal Pinrang bikin pesawat tersebut mengaku jika ia terobsesi membuatnya karena penasaran ingin naik pesawat, sehingga ia memanfaatkan barang rongsokan untuk bahan pesawat Ultra Light yang akan ia buat tersebut.

“Saya belum pernah naik pesawat, makannya bikin sendiri,” Katanya.

Pesawat Terbang jenis Ultra Light buatannya itu terbuat dari barang bekas seperti roda gerobak pengangkut pasir, sedangkan sayap yang terbentang diatas pesawat tersebut terbuat dari parasut bekas yang biasa dijadikan penutup mobil dan mesinnya terbuat dari Mesin Motor Kawasaki Ninja RR 150 CC.

Chaerul juga mengaku hanya membutuhkan wktu kurang lebih satu bulan untuk meramu bahan-bahan tersebut.

Dia dan dua orang temannya telah menghabiskan sekitar 23 Juta dengan rician Rp 8 Juta untuk badan pesawat, dan 15 Juta untuk membeli mesin motor Ninja RR 150 cc.

“Kurang lebih Rp 23 juta sudah saya keluarkan untuk buat pesawat ini,” tambahnya.

Pria asal Pinrang yang bikin pesawat ini menuturkan jika pesawatnya hanya bisa bermuatan satu orang dan telah beberapa kali dilakukan uji coba penerbamnngan di beberapa tempat. Uji pertama dilakukan di pinggir pantai, meski gagal terbang karena terbawa angin.

Peterjung Kopassus Kapteen Halid mengatakan jika pesawat buatan Chaerul gagal terbang karena pilotnya belum menguasai teknis menerbangkan pesawat.

“Maklum masih pamula sehingga belum menguasai teekniknya,” tuturnya.

Dia mengatakan, saat melakukan uji coba , jika pesawat terbang yang dipiloti Chaerul tersebut terbawa angin ke arah kanan.

“Padahal seharusnya, pesawat terbang itu, harus menantang angin agar bisa terbang,” sebutnya.

Meski demikian, beberapa hal perlu dibenahi dalam pesawat tersebut agar dapat brfungsi dengan baik saat terbang dan saat akan mendarat.

Tak puas dengan uji coba peertama, pada hari Minggu (1/12). Chaerul kembali melakukan kembali uji coba penerbangannya dengan didampingi oleh Mantan Panua, pesawat buatan Chaerul malah miring ke sebelah kiri.

BACA JUGA: Mempelai pria terjerat kasus curanmor, pasangan pengantin ini terpaksa harus nikah di kantor polisi

Uji coba keduanya itu pun ternyata hanya bisa berhasilĀ  terbang dengan setinggi 10 sentimeter saja.

“Setelah dilakukan uji coba terbang, pesawatnya selalu berat pada sayap kiri,” kata Chaerul.

Dari hasil uji cobanya itu, akhirnya ia pun mengambil kesimpulan, jika pesawat yang ia buat masih membutuhkan beberapa pembenahan pada sejumlah bagian, termasuk pada sayap.