in

Cuma gara-gara unggah foto bareng pacar, siswi SMK di Magetan jadi korban pengeroyokan

Cuma gara-gara unggah foto bareng pacar, siswi SMK di Magetan jadi korban pengeroyokan
siswi SMK di Magetan jadi korban pengeroyokan. (IST/NET)

Seorang siswi SMK di Magetan jadi korban pengeroyokan dan terpaksa harus menjalani perawatan dengan dijahit karena luka sobek di bagian kepala.

Isna Maratus sholihah seorang pelajar yang bersekolah di SMKN 1 Kartoharjo Magetan ini diduga menjadi korban pengeroyokan oleh siswi dari sekolah lain, Sabtu (6/10) lalu.

Remaja yang akrab disapa Isna siswi SMK di Magetan yang jadi korban pengeroyokan tersebut mengatakan  bahwa kejadian pengeroyokan berawal dari unggahan fotonya bersama sang kekasih.

“Awalnya kan saya update status di WA, HP milik pacar saya.”

“Begitu status naik, pelaku WA ke nomor HP pacar saya yang saya bawa.”

“Isinya mengolok-olok, tapi tidak saya tanggapi, dan hanya saya jawab ya, tidak,”kata Isna.

Korban pengeroyokan di Magetan tersebut menuturkan jawaban singkat itu ternyata tak membuat hati pelaku hilang emosinya, tapi justru semakin meledak dan mengajak ketemuan.

“Saya dianggap mengejek dan tahu-tahu saya dicegat di Desa Sambirembe, Kecamatan Karangrejo, Magetan,” jelas Isna.

Isna menjelaskan selain dilempar menggunakan HP yang mengenai pelepis kirinya, hingga harus dijahit, korban sebelumnya ditarik hijabnya dari belakang sehingga membuat korban terjatuh.

Lalu kemudian korban pengeroyokan di Magetan itu diinjak dibagian atas payudaranya, dan juga dipukul bibir atasnya menggunakan HP.

“Pastinya tidak tahu, berapa orang yang mengeroyok saya, tapi yang terasa ada yang menarik dari belakang, kemudian menginjak injak dada atas dekat bahu kiri saya.”

“Lemparan HP mengenai pelipis, dan membuat berdarah darah itu, saya hilang kesadaran,” tuturnya.

Wakil kepala sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Kartoharjo Magetan, Arif Mukayat, pun membenarkan dengan kasus pengeroyokan di Magetan yang telah menimpa siswinya itu. Namun pangkal permasalahannya dia hanya paham sekilas.

“Benar tadi anaknya sudah masuk sekolah, karena anak tersebut dipanggil Polisi untuk dimintai keterangan, saya sabagai Wakasek Bidang Kesiswaan ke Polsek untuk mendampinginnya,”kata Arif.

Dikatakan arif, jika luka akibat pengeroyokan yang dialami siswinya itu tak begitu parah, hanya pelipisnya saja ada lubang sekitar 1,5 cm.

BACA JUGA: Jadi korban bercandaan temannya, siswi asal Madura alami patah tulang belakang

Lainnya hanya bibir atas dan rasa sakit pada bagian bahunya dan juga dada sebelah kiri. Dan kini pun kasusnya masih simpang siur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *