in

Gara-gara sekolahnya dilempari ini, SD di Kalimantan Tengah pasang spanduk penuh nyinyiran

Gara-gara sekolahnya dilempari ini, SD di Kalimantan Tengah pasang spanduk penuh nyinyiran

Nasib dunia pendidikan sekarang ini memang cukup memprihatinkan. Banyak siswa yang dengan beraninya melakukan tindak kekerasan terhadap gurunya sendiri, bahkan sampai orang tua siswa pun ikut-ikutan melakukan hal tersebut.

Dan baru-baru ini sebuha foto yang menampilkan sebuah spanduk dengan tulisan pesan yang pebuh dengan sindiran viral di media sosial.

Spanduk tersebut terpasang di SDN 2 Kubu yang berada di pesisir Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Karena sekarang ini banyak sarana yang dengan mudah bisa menyebar luaskan sebuah informasi, alhasil foto spanduk itu pun langsung menjadi perbincangan hangat di sejumlah grup WhatsApp.

“Info untuk siswa dan wali murid, orang yang anaknya tidak mau ditegur/dididik oleh guru SDN 2 Kubu

1. Silakan didik sendiri
2 Buat kelas sendiri
3. Buat aturan sendiri
4. Buat sekolah sendiri
5. Buat raport dan ijazah sendiri”, begitu pesan yang tertulis dalam spanduk tersebut.

Kepala Sekolah SDN 2 Kubu, Ahmad Isnaini, mengatakan kalau pemasangan spanduk tersebut sudah berlangsung sekitar satu bulan yang lalu.

Isnaini mengatakan kalau latar belakang munculnya spanduk tersebut karena para guru kesal sekolah mereka dilempari dengan kotoran manusia. Tapi pemasangan spanduk itu katanya hanya sebentar.

Ia juga mengatakan kalau kotoran itu terdapat di dua ruang kelas. Diduga, kotoran tersebut dilempar melalui lubang ventilasi di atas jendela.

Isnaini pun mengaku kalau sampai saat ini dirinya tidak mengetahui apa motif pelemparan kotoran manusia ke sekolahnya itu.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Kecamatan Kumai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotawaringin Barat, Kasumayadi, menjelaskan bahwa spanduk itu dipasang pada 8 Februari 2018 lalu.

Ia juga mengatakan kalau pihaknya juga sudah memanggil kepala sekolah SDN 2 Kubu untuk menjelaskan soal spanduk tersebut.

Ia juga mengaku kalau dirinya tidak tahu apa motif pelemparan kotoran manusia sampai menyebabkan pihak sekolah memasang spanduk tersebut.

Sementara itu Kepala Desa Kubu Jarmani pun mengaku pihaknya langsung mendatangi SDN 2 Kubu setelah ramai masalah foto spanduk yang penuh dengan kalimat nyinyiran itu di media sosial.

Aakan tetapi ia memperoleh keterangan dari pihak sekolah bahwa foto spanduk tersebut merupakan hoaks semata.

Terkait kotoran manusia itu, menurutnya, pihaknya beserta warga sudah membersihkan kotoran yang berada di dua ruang kelas itu.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *