in

Gara-gara tahan buang air besar selama 4 minggu, pria 57 tahun ini nyaris lumpuh

Gara-gara tahan buang air besar hingga 4 minggu, pria 57 tahun ini nyaris lumpuh

Hasrat ingin buang air besar muncul di waktu yang tidak tepat memang cukup merepotkan, ya. Apalagi kalau posisi kamu lagi di area terbuka yang nggak ada WC.

Kalau udah kayak gini, pastinya kamu bingung dan bakal repot banget buat BAB. Kalau masih memungkinkan untun ditahan, pasti banyak orang yang memilih untuk menahannya.

Tapi ternyata menahan buang air besar itu sangat bahaya, lho. Apalagi menahannya dengan waktu yang cukup lama.

Belum lama ini seorang pria 57 tahun dilarikan ke ruang UGD karena kesulitan berjalan. Setelah diperiksa, dokter tidak bisa menemukan aliran darah yang menuju ke kaki pria itu.

Alhasil kondisi kaki kanan dari pria yang tidak disebutkan namanya itu bengkak parah akibat kurangnya aliran darah.

Pria ini telah mengalami nyeri di kakinya selama tiga hari. Ia juga merasakan mual dan juga sakit perut.

Usut punya usut, ternyata bengkaknya kaki yang membuatnya hampir lumpuh itu disebabkan ada dua filter feses yang menumpuk di dalam perutnya.

Yap, pria ini ternyata telah menahan buang air besar selama empat minggu lamanya. Duh, itu mah parah banget.

Tumpukan feses itu menekan daerah perut. Akibatnya, aliran darah ke kaki juga ikutan tersumbat. Nggak cuma itu, menurut dokter Simon Ho dari Rumah Sakit Footscray, Australia ini mengatakan bahwa tekanan itu juga bisa berpotensi menyebabkan kegagalan organ hingga kematian.

Bahkan dokter memasukkan kasus pasien yang satu ini ke dalam kategori yang memerlukan pengobatan cepat. Jika telat sedikit, mungkin pria paruh baya itu bisa lumpuh dan meninggal dunia.

Setelah dilakukan pembedahan dengan mengeluarkan dua liter kotoran dari dalam perutnya, pria ini mulai menunjukkan kondisi yang semakin membaik.

Setelah menjalani perawatan intensif selama 13 hari, pria 57 tahun ini pun mulai bisa berjalan kembali.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *