in

Dituduh mencuri barang milik gurunya, siswa SMP nekat akhiri hidupnya dengan cara bunuh diri

Dituduh mencuri barang milik gurunya, siswa SMP nekat akhiri hidupnya dengan cara bunuh diri

Pasalnya, guru merupakan orang tua ke-2 saat di sekolah. Hampir 12 jam dalam sehari suka cita dijalani beragam siswa di sekolah.

Tentunya itu menjadi hal lumrah jika muncul asumsi, semangat hidup seseorang bisa dilihat dari keseimbangan latar belakang keluarga dan juga iklim pendidikannya.

Tapi apa yang terjadi bila sekolah yang merupakan gudang pemberi mimpi dan bekal bagi masa depan justru malah menjadi neraka super menakutkan bagi anak-anak.

Seorang murid SMP nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara bunuh diri. Sepucuk surat kepedihan pun dikirim kepada pamannya.

Bocah tersebut menuliskan surat yang berisi bahwa dirinya ingin pergi meninggalkan dunia dengan cara gantung diri. Ternyata alasannya ingin mengakhiri hidup membuat banyak orang sedih sekaligus marah.

Bagaimana tidak, siswa yang duduk di kelas 7 itu dituduh mencuri handphone saat di sekolah. Parahnya lagi, telunjuk penuh kecurigaan itu ditodongkan langsung oleh gurunya sendiri.

“Bu Guru, saya tidak mencuri ponsel Bu Guru. Saya Sumpah. Saya ingin berterima kasih kepada orang tua karena sudah merawat saya. Saya sangat mencintai kalian dan saya sangat menyesal”, tulisnya dalam surat itu.

Sebelumnya, sang guru diduga telah menyeret muridnya itu ke sebuah ruangan. Ia dikurung sebelum akhirnya dipaksa untuk mengakui perbuatannya yang dituduh mencuri iPhone 6.

Tapi gurunya itu gagal membuktikan tuduhannya. Bukannya introspeksi diri, guru itu justru malah mempermalukan muridnya di hadapan teman-teman satu sekolahnya.

Sesampainya di rumah, perilaku tercela pun kembali dilakukan. Tuduhan yang sama itu kembali dilontarkan di hadapan keluarga bocah tersebut.

Kegetiran itulah yang membuat keputusan bulat akhirnya diambil. Surat ditulis, niatnya mengakhiri hidup pun bergelantung di kepalanya.

Aksi percobaan bunuh diri itu dilaporkan Berita Daily pada 24 Januari 2018 kemarin. Setelah gagal, pada 27 Januari 2018 bocah itu dilaporkan telah berada di rumah sakit untuk memulihkan kondisinya.

Ia pun menghembuskan nafas terakhir setelah tujuh hari koma. Tragedi guru tuduh murid itu terjadi di sebuah sekolah menengah pertama di Nibong Tebal, Penang, Malaysia.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *