in

Sadis, ketahuan selingkuh, wanita ini potong kemaluan suami saat tertidur

Sadis, ketahuan selingkuh, wanita ini potong kemaluan suami saat tertidur

Dalam menjalin sebuah hubungan, cewek atau cowok mana sih yang mau di duai? Pastinya nggak bakal ada yang mau. Ya, meskipun beberapa diantaranya ada yang bersedia di dua.

Ngomongin soal selingkuh, belum lama ini seorang wanita di Thailan di tangkap polisi gara-gara memotong penis suaminya sendiri yang ketahuan selingkuh, duhh.

Wanita bernama Karuna Sanusan itu memang sudah lama mencurigai suaminya, Siripan, berselingkuh di belakangnya.

Pasangan yang sama-sama berjualan sayuran organik itu sangat marah ketika tahu pria berusia 40 tahun itu jalan sama cewek lain.

Karena hal itu, Karuna pun merencanakan aksi balas dendam terhadap suaminya itu. Ia menunggu Siripan pulang ke rumah mereka di Sriracha.

Setelah Siripan tidur, Karuna pun mengambil pisau dapur dan memotong penis suaminya. Karuna pun membuang kemaluan suaminya itu untuk memastikan tidak bisa lagi ditemukan.

Tetangga yang mendengar teriakan kesakitan Siripan pada pukul 06.20 waktu setempat kemudian melaporkannya ke polisi.

Aparat penegak hukum pun langsung datang dan menemukan Siripan yang sudah mengeluarkan darah cukup banyak. Para petugas pun langsung membawa Siripan ke Rumah Sakit Samitivej Sriracha.

Setelah kejadian itu, Karuna pun langsung ditahan. Dalam sebuah video, wanita 24 tahun itu sangat tenang menanggapi pertanyaan polisi.

Karuna yang berasal dari Kamboja itu menyebut kalau dia sudah menaruh curiga kepada Siripan sejak suaminya itu kepergok melirik wanita lain.

Puncak dari semua itu terjadi ketika Karuna mengetahui Siripan jalan dengan wanita lain. Karena itu, dia sengaja merencanakan aksi itu.

Wakil Kepala Polisi Sriracha, Kolonel Somkid Boonlert menjelaskan kalau pihaknya sudah menemukan penis yang Karuna buang.

Tapi dari hasil pemeriksaan medis, jaringan yang ada di penis itu sudah mati karena sudah terlalu lama dibuang.

Karena hal itu, dokter pun menyebut kalau Siripan bakal berada dalam kondisi disabilitas seumur hidupnya.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *