in

Dituduh tukang sihir, ibu dan anak dibotakin sama warga, terus disuruh makan kotoran manusia

Dua wanita, ibu dan anak, disiksa habis-habisan sama warga. Gak cuma diseret bak anjing dari rumahnya, kedua wanita itu juga digundulin hingga disuruh makan tai manusia.

Perlakuan itu mereka terima usai dituduh jadi tukang sihir.

Tenang, kejadian ini gak terjadi di Indonesia, tapi di India, tepatnya di desa Dulami, tak jauh dari Ranchi, ibu kota negara bagian Jharkand, Kamis (18/2/2018) kemaren.

Siapakah dua wanita yang dituduh tukang sihir itu? Ibunya bernama Karo Devi (65) dan putrinya punya nama Basanti Devi (35).

Setelah disidang di pengadilan desa, kedua wanita itu disebut sebagai tukang sihir. Alhasil, sama warga kedua wanita itu digundulin. Abis itu, keduanya disuruh makan kotoran manusia.

“Kami diseret, baju kami dikotori tanah, dan warga memaksa kami buat makan kotoran manusia,” kata kedua korban.

Habis ngalamin kejadian tak enak itu, kedua korban digiring ke kali. Di sana, gelang korban dipatahkan dan keduanya disuruh nyelem ke dalam sungai.

Setelah itu, kedua korban itu kemudian dikasih pakaian serba putih, pakaian yang dalam mitologi Hindu melambangkan status janda. Terus disuruh pulang deh.

Kok bisa ibu dan anak di India itu dituduh jadi penyihir? Katanya sih kejadiannya pas ada warga yang meninggal setelah sakit lama.

Nah, si keluarga kemudian manggil dukun. Dukun itu bilang, kalau yang bikin anggota keluarganya meninggal itu tak lain dua wanita tadi, diguna-guna pake ilmu hitam.

“Kalau ada yang sakit, warga desa selalu menyalahkan kami. Tapi kejadian ini benar-benar sudah sangat keterlaluan,” kata kedua korban.

Kedua wanita yang dituduh tukang sihir itu kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke kepolisian. Polisi juga gak tinggal diam, penyelidikan langsung mereka lakukan.

Rupa-rupanya, kasus di Jharkand ini kasus besar kedua. Sebelumnya pada Agustus 2015, lima orang wanita diseret dari rumahnya, terus dikeroyok sampai mati karena dituduh punya ilmu hitam.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *