in

Gara-gara anaknya disuruh buat surat pernyataan, kepala sekolah dianiaya wali murid hingga berlumuran darah

Gara-gara anaknya disuruh buat surat pernyataan, kepala sekolah dianiaya wali murid hingga berlumuran darah

Entah apa yang sedang terjadi di dunia pendidikan Indonesia akhir-akhir ini. Kekerasan selelau menjadi bumbu tak sedap yang menghiasi pendidikan Indonesia sekarang ini.

Belum hilang dari ingatan masyarakat tentang kisah pilu Guru Budi yang harus meregang nyawa ditangan muridnya sendiri.

Dan kini kembali terjadi seorang guru yang menjadi korban penganiayaan oleh salah satu wali murid di Sulawesi Utara.

Penganiayaan itu terjadi setelah wali murid tersebut tersinggung anaknya diminta tidak mengulangi perbuatan nakal melalui sebuah surat pernyataan.

Kejadian ini terjadi di SMP Negeri 4 Lolak, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Kronologi kejadian itu dimulai ketika seorang wali murid diundang ke sekolah.

Wali murid tersebut diundang ke sekolah diduga karena tindakan tidak terpuji sang anak di sekolah. Sedangkan si murid diminta membuat surat pernyataan bahwa dia tidak akan mengulangi perbuatan nakal itu lagi di sekolah.

Namun respon mengejutkan malah datang dari wali murid tersebut. Nggak terima anaknya diminta membuat surat pernyataan, wali murid ini nekat memukul kepala sekolah menggunakan meja kaca.

Sejumlah foto juga menunjukkan kondisi memprihatinkan guru tersebut. Tampak banyak bercak darah di baju guru itu.

Guru itu tampak bersandar tidak berdaya di sofa dengan luka serius di kepala dan juga tangannya. Sedangkan tampak pecahan kaca berserakan di ruangan tersebut.

Kisah itu sendiri beredar di media sosial setelah dibagikan oleh akun Alfred Bustian Kaemba di grup Manguni Team123 / Tetengkoren Berguna.

“gembali lagi terjadi penganiayaan terhadap guru oleh wali murid,
kepala sekolah smp 4 lolak di aniaya oleh orang tua murid
kejadian tadi pagi jam 10 pagi,

kepala sekolah dipukul pke meja kaca, dan kaki meja,,,hanya krna kepala sekolah menegur siswa dan menyuruh buat surat pernyataan atas kenakalan yg dilakukan siswa tersebut.
sangat dj sayangkan.”, tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Postingan itu pun kemudian mendapat beragam tanggapan dari para netizen yang merasa miris dengan kejadian tersebut.

Femcy Mekel, “Guru dgn kasih mendidik mengajar anak orgtua berterimakasih harusx bukan seperti ini…cepat sembuh buguru Tuhan memberkatimu”

Ceril Massie Pungus, ” Dear..Presiden/Menteri Pendidikan tolong buatkan UUD/PERMEN yg melindungi tenaga pendidik..kasiang katu,,nnti berikut so nda ada org yg mo suka jdi guru klo pun ada dorang tako mo tegor tu anak2 NAKAL,TIDAK TAHU BUDI PEKERTI YANG BAIK,,maka semakin banyaklah org2 yg “AMORAL”.
Cepat sembuh Ibu Guru.”

Delfie Mangembulude Manumpil, “Yg sabar ibu kepsek Tuhan hakim yg agung maha mengetahui apa yg mereka perbuat,,,”

Steven Momongan, “Di sekolah itu untuk di didik menjadi pribadi yg lebih baik.. Bukan ortu yg dtng mangamu kong anarkis lagi parah ortu bgni. ,, Cek para cek ank katu mo di tegur(srt panggilan ortu),, krna ortu nd tau ad prmslhn di skolah..Bknya dtng cr solusi.. Ortu dtng stel preman bgtu..”

Andrew Takumansang, ” itu orangtua murid keturunan iblis naga ular kobra sto…..cuma orang keturunan orang gila yg bisa lakukan hal tsb.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *