in

Maksud hati ingin sampai lebih cepat, wisatawan ini malah dibuat tersesat dengan aplikasi peta di smartphone

Maksud hati ingin sampai lebih cepat, wisatawan ini malah dibuat tersesat dengan aplikasi peta di smartphone

Di jaman yang modern seperti sekarang ini, perkembangan teknologi sudah tidak terbendung lagi. Bahkan, saking majunya kehidupan manusia pun kadang terlalu bergantung pada hasil dari teknologi ini.

Walau kerap membantu, terkadang ketergantungan akan teknologi ini justru malah membawa petaka. Hal inilah yang dirasakan oleh seorang wisatawan asal Yogyakarta, Zain Johansyah.

Melansir dari Instagram Wonosobozone, Zain harus mengalami nasib kurang menyenangkan saat hendak berlibur ke Dieng pada Rabu (27/12) pagi.

Bagaimana tidak, saat berkendara di malam hari, Zain bermaksud menggunakan aplikasi peta yang ada di dalam ponsel pintar miliknya.

Akan tetapi hasilnya sungguh tidak disangka. Perjalanannya justru berakhir di sebuah jalan tanah yang sempit bahkan membuat mobilnya tidak bisa berputar haluan dan bannya pun mengalami selip.

Tak habis akal, Zain pun kemudian menghubungi nomor call center Polres Wonosobo. Oleh petugas piket SPKT, Bripka Agung Jatmiko, Zain kemudian diminta untuk membagikan lokasi dirinya berada melalui aplikasi pesan singkat.

Dengan berbekal informasi itu, polisi pun langsung mendatangi TKP yg ternyata berada di tengah dusun di Wilayah Desa Sitiharjo Kecamatan Garung.

Akhirnya, mobil Zain pun berhasil didorong mundur polisi dan warga hingga ke jalan utama. Saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut, Zain menjelaskan bahwa dirinya bermaksud hendak pergi ke Bukit Sikunir untuk melihat matahari terbit.

“Kami berangkat malam karena berharap sampai sana sebelum pagi. Kami menggunakan aplikasi peta di ponsel karena jalanan sangat sepi. Ternyata akhirnya tersesat,” katanya.

Sementara itu, menurut warga sekitar, Nur, kejadian itu sendiri bukan sekali ini terjadi.

“Beberapa waktu yang lalu juga pernah kejadian. Katanya juga mau ke Sikunir. Dan tersesat juga lewat jalur yg sama,” katanya.

“Kami berharap agar hal ini juga jadi perhatian pemerintah. Setidaknya di jalur utama menuju kesini dipasang plang himbauan,” terang Nur.

Berkaitan dgn kejadian tersebut, Paur Humas Polres Wonosobo Bripka Nanang menghimbau kepada para wisatawan yang akan menuju Dieng untuk lebih berhati-hati.

“Jangan terlalu percaya sepenuhnya pada aplikasi ponsel. Wilayah Wonosobo yang bergunung-gunung sering menyebabkan aplikasi ponsel yang menggunakan sinyal seluler, sering terganggu. Jika ragu, lebih baik tanyakan langsung ke kantor polisi terdekat atau petugas kepolisian yang ada,” katanya.

“Jelang libur tahun baru ini, kami gelar hamper 2/3 jumlah anggota untuk pengamanan jalur. Jadi kapan saja dan dimana saja warga membutuhkan, kami akan ada,” tutupnya.

So, pelajaran dari kisah yang satu ini adalah jangan terlalu percaya dengan kecanggihan teknologi. Karena meski dianggap akurat, sering kali hal ini malah membawa petaka.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *