Buat kamu yang sering mendaki gunung, mendengar kabar pendaki meninggal di atas sana pasti sudah gak heran lagi, ya. Penyebabnya pun cukup beragam, ada yang karena jatuh, hilang, kedinginan dan sebagainya.

Seorang pendaki yang satu ini tewas di Gunung Cartenz, 10 Oktober 2017 kemarin.

Rekannya yang membantu mengevakuasi dan berupaya membantunya agar tetap hidup menceritakan kisah ini.

Saat itu, di Cartenz telah terjadi hujan deras, dan ternyata masih ada pendaki yang terjebak di atasnya.

Pria pemilik akun @baloengnom ini kemudian berusaha naik ke atas dengan membawa beberapa perbekalan. Ia membawakan sebuah apel, kompor dan penghangat lainnya.

Namun sayang, ketika hampir sampai, ia diberitahu kalau korban sudah tidak sadarkan diri. Ia pun terus naik dengan tenaga yang masih tersisa untuk melihat kondisi sang korban.

Rupanya pria yang naik ke atas ini bukan teman yang naik bersama korban, melainkan pendaki lain.

“masih teringat dengan jelas. di malam dingin dibawah guyuran hujan deras itu.. saya menyusul teman pendamping korban yg mengawal setiap langkah korban di sepanjang pendakian, teman guide yg lain sdh lebih awal menyusul ke atas, mereka berjalan sayu ke arah saya yg sdg jumaring ke atas..

waktu itu saya menyusul tergesa2, bawa kompor multi fuel, survival blanket, dan sebutir apel. berharap bisa mnghangatkan korban yg mungkin sdh tdk punya daya melawan dingin, saat itu hampir pukul 21.00… sktr 10 menit saya bersiap dan bergumam dlm hati, jam segini hujan deras ternyata masih ada dua pendaki tertinggal di atas, sblmnya sy tidur stlh seharian prjlnan ke carstensz timur. trgesa2 dibangunkan dan naik ke atas. ..

saya merayap di lintasan tali, dua tmn guide bergerak turun dr atas, lemas dan sayu, saya bertanya…. bulux mana bng.. bulux sdh lewat.. kemudian mrk mngajak saya naik lagi ke posisi korban. kami cek ulang berkali2 denyut nadinya.. sblmnya sdh dilakukan juga CPR, bulux saat itu di posisi terbaring tenang… mukanya basah diguyur hujan.. dia spt tidur nyenyak… spt tdk ada beban untuk pergi.

spt mmg ingin berbaring disana dan merasa nyaman. smntara kami kedinginan menggigil menunggu dia bangun. kami panggil berkali kali.. bulux bangun.. bulux bangun.. kami tunggu bbrp lama.. brgkli dia hanya tidur/pingsan. bulux tdk bergeming. bbrp kali cek nadi, dan memastikan. salah satu dr kami berucap, bulux kamu tunggu disini.

jam 3 kami akan datang lagi kamu jgn kemana2. mungkin Allah menghendaki bulux menjaga dinding carstensz… esok paginya kami buatkan dia tenda, dekat helipad.. membiarkan dia menikmati kesendiriannya di lembah kuning… kami ber 6, menurunkan jenazahnya dr atas tebing setinggi lebih kurang 150m, tiba di dasar tebing..

4 orang mengulurkan tenaganya, meski kondisi mrk juga payah stlh dihajar badai semalam. bahkan tamu dari norwegia juga ikut mengangkat jasad korban… mengurangi beban kami ber 6 yg sdh kepayahan.

jangan byk menunggu dan ragu untuk menolong. tdk usah byk alasan krn tdk punya kemampuan. bahkan sekedar membawakan sepatu korban. itu sdh cukup meringankan. lakukan yang kamu bisa. lakukan saja.. jadilah orang yang ringan tangan”

Pesan dari postingan pria ini adalah jangan pernah ragu untuk membantu siapapun. Tidak peduli orang itu teman satu rombongan atau bukan, kalau bisa membantu meringankan sebaiknya membantu.

Dan ternyata sang istri juga menceritakan kepergian suaminya itu sambil memposting foto terakhirnya bersama sang suami saat pamit untuk pergi mendaki ke Gunung Cartenz.

Rupanya almarhum baru mempunyai bayi yang kini berusia lima bulan, dan bayi itu juga diberi nama Cartenz.

“Selamat jalan suamiku (Bulux Van Dekil), pemilik lapak Kathmandu Adventure, ayah dari anakku Bilal Hamzah Cartensz, teman debat sekaligus teman ngebolang ..

Engkau mengembuskan nafas terakhir di gunung cartensz dipelukan satu tim, saat menghadapi hypotermia pukul 21.00 WIT hari minggu (08 Oktober 2017) setelah turun dari puncak dan terkena badai.

Saat ini jenazah msh berada di yellow valey gunung cartensz, belum bisa di evakuasi karena cuaca ekstrim.
Saya beserta keluarga meminta maaf apabila ada khilaf dari suami saya. Semoga di lancarkan segalanya.

Mohon doa-nya semoga jenazah bisa segera di evakuasi.
Amiin

*info dari tim pendakian carstensz
Foto diatas diambil tgl 30 Sept 2017 ..

Pamit “