in

Menyedihkan, bayi ini meninggal karena kelalaian orangtuanya

Pertengkaran antara suami dan istri memang kerap terjadi dalam kehidupan rumah tangga dan itu merupakan hal yang wajar.

Namun agar hubungan rumah tangga tetap langgeng tentu dibutuhkan dua orang yang bersedia untuk mengesampingkan perbedaan.

Apalagi jika sudah dikaruniai buah hati, tentu tanggung jawab dan tugas menjadi orang tua bertambah besar dan harus dilaksanakan dengan baik.

Tampaknya hal ini dilupakan oleh pasangan muda asal Korea Selatan ini. Karena kurangnya komunikasi yang baik dengan pasangan menyebabkan kematian pada bayi mereka yang masih berusia 7 bulan.

Ibu dari bayi malang tersebut, Gyeon (18) dan sang ayah, Cho (21) diketahui bertengkar hebat pada Kamis (23/5). Pertengkaran itu menyebabkan keduanya meninggalkan apartemen mereka, dan ternyata tak ada satupun yang kembali ke apartemennya.

Mereka saling beranggapan salah satunya akan kembali ke apartement dan mengurus bayinya. Dan ternyata baik sang ibu maupun sang ayah tak ada yang kembali pulang ke apartemen selama seminggu penuh.

Mereka malah sibuk dengan teman-temannya tanpa berpikir kondisi bayi mereka yang ditinggal sendirian di apartemen. Bahkan Gyeon memposting fotonya yang sedang minum setiap hari dari tanggal 25 Mei hingga 31 Mei di media sosialnya.

“Kemarin minum, sekarang minum.” Aku akan melakukannya setiap hari,” tulis ibu sang anak dalam akun media sosialnya.

Sementara sang ayah lebih memilih sibuk bermain game di warnet bersama teman-temannya hingga 31 Mei dan baru pada tanggal tersebut ia pulang ke apartementnya serta mendapati bayi perempuannya meninggal.

Bukannya merasa bersalah, pasangan ini malah mencoba menyembunyikan tubuh bayi mereka ke dalam kotak kardus. Hingga pada akhirnya ditemukan oleh ayah sang suami pada 2 Juni.

Kemudian ibu dan ayah dari sang bayi ini dilaporkan ke polisi dan ditangkap atas tuduhan penganiayaan pada anak hingga menyebabkan kematian.

Sementara penyelidikan masih berjalan, hasil autopsi mengungkapkan bahwa bayi meninggal karena tidak ditemukan satupun makanan dalam perut bayi tersebut, sehingga bayi itu meninggal karena kelaparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *