in

Atraksi kekebalan tubuhnya gagal, seorang santri MTs di Berau meninggal dalam acara perpisahan

Atraksi kekebalan tubuhnya gagal, seorang santri MTs di Berau meninggal dalam acara perpisahan

Belum lama ini publik dihebohkan dengan kemunculan sebuah video yang menunjukkan kegagalan atraksi ketahanan tubuh yang dilakukan oleh sejumlah santri.

Video mengerikan yang membuat siapapun yang melihatnya menjerit ngeri itu beredar di media sosial Facebook dan Instagram.

Salah satunya seperti yang diunggah oleh akun Eva Chanel Indigo di grup Info Wong Solo pada Jumat (4/5) kemarin.

Video tersebut menunjukkan kegagalan dari atraksi yang dilakukan oleh sejumlah santri di acara wisuda sekolah mereka.

Parahnya lagi, hal ekstrem tersebut mengakibatkan salah seorang siswa yang ikut dalam atraksi tersebut meninggal dunia.

Atraksi itu sendiri ingin menunjukkan ketahanan tubuh dari para santri saat mereka dilindas oleh mobil pick up.

“””ATRAKSI PERPISAHAN SEKOLAH YG GAGAL””

👉🏿👉🏿Momen perpisahan kelas IX yang digelar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Kholil di Jalan Limunjan, RT 21, Kelurahan Sambaliung pada Kamis (3/5) pagi, berujung maut.

Pasalnya, acara yang dibalut dengan atraksi bela diri dari Pagar Nusa itu, mengakibatkan salah satu satu santri berinisial RA (16) meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena, membenarkan kejadian yang menelan korban jiwa itu. “Benar ada yang meninggal dan saat ini kami masih melakukan pendalaman,” katanya saat diwawancara Berau Post, Kamis (3/5).

Kronologis yang diterima dari jajarannya, atraksi yang dilakukan RA bersama lima rekan santri lainnya, mengharuskan mereka dilindas sepeda motor dan mobil pikap jenis L300.

Pada atraksi pertama, dilindas sepeda motor, enam santri itu berhasil melaluinya dengan selamat. Namun, pada atraksi selanjutnya yakni dilindas menggunakan pikap, RA dan santri lainnya berinisial JO, dibuat tak sadarkan diri.

Sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai. “Setelah sampai di rumah sakit, RA telah dinyatakan meninggal dunia. Sementara JO langsung mendapat perawatan insentif di rumah sakit,” ucapnya.

Untuk mendalami kasus tersebut, pihak kepolisian telah memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) dan mengambil keterangan dari pengurus Al-Kholil, ketua panitia wisuda, serta Ketua Pagar Nusa.

Selain itu, dua buah papan dan dua buah batu bata sebagai alat bantu dalam atraksi maut itu, turut disita petugas sebagai barang bukti.”

Seketika, video itu pun menjadi viral dan telah dibagikan sebanyak 4 ribu kali dan mendapat beragam komentar dari para netizen yang melihat video amatir itu.

Erdin Syam, ” Lha nek pancen takdire meninggal nggeh kita bisa apa…
Turut berduka cita ”

Mas Den Ahmad As, “Satu kata ”KONYOL”

Armi, “pekok panitia harus tanggung jawab kui”

Is-oneto Ndul, ” Atraksi kaya gitu. Akan Menumbuhkan rasa kesombongan bagi manusia. Jika brhasil tinggi hati jika gagal putus asa. Pljaran bagi kita semua lurrr”

Maz Baz, ” Tak habis pikir saya ?????”

Argapati Hadiningrat, “Kehebatan bukan untuk diPamerkan…sayang sekali…!”

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *