in

Ibu dibawa pake gerobak buat lahiran di bidan, bayi tinggal di kolong jembatan viral

Viral bayi tinggal di kolong jembatan, ibu dibawa pake gerobak buat lahiran di bidan

Bayi yang umurnya sekitar 15 hari mendadak mencuri perhatian setelah seorang netizen dengan akun Twitter @asty_azaa mengunggah fotonya ke media sosial.

Bayi itu harus tinggal di tempat yang tidak layak bersama orangtuanya di kolong jembatan sekitar Pasar Rumput, Setiabudi, Jakarta Selatan.

“#SaveBabyKhaidarAli Bayi Khaidar Ali terlahir dari seorang ibu yang masih sangat muda yang bekerja serabutan dan tinggal di kolong jembatan di sekitar Pasar Rumput, Jakarta,” demikian bunyi twit akun tersebut.

Bayi yang diberi nama Khaidar Ali itu lahir sekitar pukul 04.20 WIB pada 23 Januari 2018 lalu di rumah seorang bidang.

Bayi tinggal di kolong jembatan itu lahir  dengan bobot 3 kilogram dengan panjang mencapai 50 centimeter.

Mahmud, ayah bayi lahir di kolong jembatan menuturkan, untuk membawa istrinya yang masih berusia 15 tahun ke rumah bidan, ia menggunakan gerobak lantaran istrinya sudah tak mampu untuk berjalan.

“Kalau pakai bajaj kan harus jalan lagi, jadi pinjam gerobak ke tempat bapaknya dia. Kebetulan rumah bidan itu ada di gang sempit. Al Hamdulillah diberi kelancaran dan bayi lahir dalam kondisi sehat,” ujar Mahmud.

Meski hingga 15 hari terakhir harus tinggal di kolong jembatan, setiap malam anaknya diserang nyamuk karena mereka tinggal di atas dengan kali.

Kepada bidan yang membantu istrinya melahirkan, Mahmud mengaku masih memiliki hutan Rp300 ribu dari total biaya persalinan sebesar Rp1 juta.

Diterangkan Mahmud, biaya melahirkan di bidan tersebut sebenarnya Rp1,2 juta. Namun karena kurang mampu, Mahmud pun meminta keringanan kepada sang bidan.

Akan tetapi, meski diberikan keringanan, Mahmud baru bisa membayar Rp700 ribu. Mahmud pun kini terus berusaha mengumpulkan barang bekas untuk dijual demi membayar hutang tersebut.

Sementara itu, keberadaan bayi lahir tinggal di kolong jembatan itu pertama kali diketahui oleh Yayasan Hati Indonesia yang saat itu tengah membagikan makanan.

Mendapati bayi Khaidar Ali dengan kondisi sedemikian rupa, yayasan itu pun membuka sebuah gerakan di media sosial demi membantu keluarga tersebut.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *